Useful website for PhD student

Studi doktoral adalah gabungan kemandirian bekerja, ketahanan menghadapi masa-masa sulit, dan ketaatan menjaga konsentrasi. Ada beberapa website yang mungkin bisa dibaca sebagai selingan saat ‘break’ dari pekerjaan lab, mengolah data atau menulis thesis.

1. http://thesiswhisperer.com/ 

Ada banyak informasi bermanfaat buat rekan2 yang sedang dan akan menjalani program PhD dari website ini. Salah satu artikel yang berjudul ‘The Valley of Shit’ bercerita tentang dinamika seorang mahasiswa PhD yang mendadak frustasi dengan studinya. Bacaan bagus untuk penambah semangat http://thesiswhisperer.com/2012/05/08/the-valley-of-shit/

2. http://www.yourformula.eu/internalposts/10-tips-to-bring-presentations-to-life-for-ph-d-students/

Sepanjang studi doktoral, presentasi adalah teman setia. Minimal setahun sekali kita diwajibkan presentasi untuk progress report di depan kolega. Website ini memberikan beberapa tips yang sangat bermanfaat untuk persiapan presentasi.

3. http://www.phrasebank.manchester.ac.uk/introductions.htm

Menulis thesis. Kedengarannya mudah, tapi pelaksanaannya kadang membuat  goyah. Phrase bank di website ini membantu kita mendapatkan ide dalam menyusun kalimat.

4. http://www.mendeley.com/

Pusing dengan manajemen literatur? Jangan lagi! Mendeley ini bisa diandalkan untuk reference manager dan citation. Selama menulis saya upgrade ke premium membership dengan biaya sekitar 5 Euro per bulan.

5. http://www.theses.com/

Powerful website untuk mencari thesis yang diterbitkan oleh seluruh Universitas di UK. Gratis tis..

 

 

 

Melewati titik kulminasi

Akhirnya, puncak kesulitan itu terlewati. 12 Mei 2014. Tiga tahun penelitian, enam bulan proses penyusunan disertasi, tiga bulan off dari facebook dan satu jam disputasi. Lelah berbulan-bulan itu terbayar saat para penguji bilang ‘Well done, Mr Suprianto!’

Satu kata: Alhamdulillah..

 

Image

Being inert

Ada masa. Dimana diam menjadi pilihan. Untuk sekedar merampungkan beban.

Ada masa. Dimana pertanyaan tak memerlukan jawaban. Cukup dengan memahami.

Ada masa. Dimana interaksi sosial tak lagi membahagiakan. Sendiri terpekur.

Ada masa. Dimana beban tak lagi sebesar karang. Tapi menjelma menjadi lautan.

Ada masa. Yang terasa tak pernah ada akhirnya.

Image

Blusukan

……………………………….

Blusukan: [1] venture into the streets to speak with the people; [2] wander through slums, traditional markets and other neighborhoods (NYT, 2013). “Artificial blusukan” : art of blusukan most politicians did for 2014 –

……………………………….

Blusukan: turun ke jalan berdialog dg orang-orang; berjalan kaki melewati lumpur/rawa, pasar tradisional dan sekitarnya.