Motivasi hilang. Hidup tak bergairah. Pikiran buntu. Tidak ada semangat kerja. Kinerja turun. Prestasi nihil. Mengapa bisa terjadi? Banyak sekali alasan di balik itu, meski sebenarnya 90% adalah alasan yang dibuat-buat. Apa iya the Law of Deminishing Return juga berlaku di perilaku keseharian kita-kita? Ada yang bilang, refreshing adalah jalan keluarnya. Tapi ternyata tidak juga, tuh. Habis refreshing bukannya fresh, tetapi malah lebih jumud. Kemalasan luar biasa baru sekali ini menerpa. Mungkin karena banyak sekali keinginan yang menggebu-gebu, tapi tidak diiringi dengan realisasi. Ada banyak pengharapan tanpa mempertimbangkan situasi aktual. Jadi, harus gimana lagi dong?
Ada yang bilang, mulailah ikhlas dalam bekerja. Buat sesuatu yang baru, yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Berharap boleh, tapi jangan over. Bermimpi boleh, tapi ingat kaki tetap menjejak ke bumi. Tulis lagi semua yang baik-baik yang pernah dilakukan. Berikan senyum yang tulus dalam keseharian. Bagaimana halnya bila kita disudutkan pada keadaan yang tidak kita sukai? Mencoba berdamai bila tidak ada pilihan lain. Mencoba mengubah paradigma bila memungkinkan. Jangan korbankan diri untuk sesuatu yang ngga bernilai sama sekali.
Cari kembali sesuatu yang hilang itu. Bisa di sudut kantor, tengah rumah, pinggir mall, atau malah di bawah tempat tidur.
(Baru juga nulis, sudah dapat sms kerjaan lagi..)
Suatu saat memang pikiran off tidak bisa diajak mikir, terutama habis ujian atau mengerjakan tugas yang butuh konsentrasi tinggi. Kalo saya mah yang enak bermalas-malasan terus jalan-jalan sambil makan…..Enakk…. Salam kangen dari shafa, tanggal 16 September shafa ujian bahasa indonesia
By: Bocah ayu on September 13, 2008
at 11:56 am
Hmmm, Ibu.. kalo di bogor mah enak utk jalan-jalan. kalo di siantar, paling cuma lihat suzuya aja hehehe..
By: esprito on September 13, 2008
at 12:25 pm
sama niechh
lagi males abis
By: kunchunx on October 7, 2008
at 12:49 pm
Bagus. Mudah-mudahan kita bisa melakukan itu semua. Walaupun terkadang, kita sulit melakukan sesuatu yang tampaknya mudah.
Sekali lagi, bagus. Thanks
By: pa apik on November 1, 2008
at 2:38 pm