Posted by: esprito | June 15, 2008

TV Jerman vs TV Indonesia

Jangan ditanya bedanya, karena memang sudah pasti beda. Lha disana pakai bahasa jerman, di sini pakai bahasa Indonesia. Lalu apa yang mau dibahas disini? Conten-nya, bro.. Cieeee.. Sepanjang 29 bulan hidup di negara sana, nonton TV berarti tambah pinter. Kok bisa? Iya, karena program TV disana memang lebih banyak unsur edukasi-nya untuk segala tingkatan umur, meski hiburannya juga banyak. Paling senang nonton Galileo di Prosieben yang presenternya Oom Aiman Abdallah (sepintas orangnya mirip George Clooney). Banyak hal baru yang bisa kita dapat. Topiknya sederhana tapi dekat dengan keseharian kita. Kepenginnya TV kita bisa seperti ini, atau minimal bebas dari sinetron :D ..


Responses

  1. Ada Cinta Laura ga di TV sana ?? secara konon katanya Cinta Laura made in Jerman hwakakak :lol:

  2. Huehehehe, si Abang bisa aja. Kalo Chincha Lawrah mah, wajahnya pasaran banget disana. Kalo sampe ada si CL di TV Jerman, mendingan rambut aye dijambak aja deh..

  3. Rasanya, bapak terlalu berlebihan kalo kita membandingkan kondisi pertelevisian di Indonesia, dengan Jerman. Saya, yakin disana tidak ada sinetron “Jin dan Jun”. He..he.
    Tapi kita tidak perlu khawatir. Apa yang ada saat ini. Terimalah apa adanya. Syukur-sykur kalau kita mampu memperbaikinya. Tapi, minimal, orang kecil macam saya hanya bila melakukan “tindakan penyelamatan” dirumah. TV boleh di-stel dari jam sekian sampai jam sekian. Jam sekian tidak boleh. Pakai kegiatan yang lain. Belajar pelajaran sekolah, baca koran, baca kitab suci atau apalah yang lebih bermanfaat.
    Paling sementara itu yang bisa dilakukan.
    Atau, bapak punya cara lain yang lebih baik ?
    Wass


Leave a response

Your response:

Categories