Posted by: esprito | September 19, 2008

Sejarah yang ditulis hari ini

Judul di atas merupakan deskripsi singkat mengenai arti dari kata jurnalistik. Sebagai orang awam yang hidupnya jauh dari hingar bingar dunia jurnalistik, pengalaman mendapatkan training singkat jurnalistik menjadi moment yang paling membangkitkan rasa ingin tahu.  Training itu sendiri dilaksanakan di kantor kami di Medan selama 2 hari, dan diikuti oleh sekitar 45 peserta dari beragam latar belakang. Selama training, peserta memperoleh gambaran singkat bagaimana memahami nilai berita, menulis opini, menulis feature, dan juga struktur dari berbagai macam jenis tulisan. Para pembicara yang berasal dari salah satu majalah berita ternama di negeri ini, telah memberikan banyak pengalaman dan sekaligus memberikan dorongan untuk bisa menulis seperti mereka.

Permasalahan terbesar yang kami hadapi untuk bisa menceburkan diri ke dalam dunia jurnalistik adalah menulis dengan gaya bahasa yang populer.  Selama ini, pekerjaan  menuntut kami untuk memberikan tulisan dalam bentuk ilmiah, dengan format penulisan yang baku, serta menghindari kata-kata yang bisa menimbulkan multi persepsi. Sementara dalam gaya bahasa populer, sering digunakan kata-kata yang lebih ekspresif untuk bisa memelihara keingintahuan pembaca hingga ke alinea terakhir. Jadi bagaimana solusinya?

Para pembicara menyatakan bahwa situasi kami bisa menjadi modal yang sangat baik untuk menekuni dunia tulis menulis. Apalagi pekerjaan kami adalah pekerjaan yang sangat spesifik. Jadi gaya bahasa tidak perlu lagi menjadi masalah, dan semuanya lebih bergantung pada usaha kami untuk terus berlatih.  Teringat pesan mereka, “menulislah dari sekarang. Jangan pernah takut akan kehilangan kata-kata. Sejarah itu mudah ditulis karena faktanya adalah nyata”. Ngomong-ngomong, kami ini siapa sih?


Responses

  1. Wah, pak esprito banyak mberi inspirasi buat saya. Terima kasih.
    Saya tidak tahu banyak dengan “sejarah”, pak. Apapun definisnya, kalo saya cenderung bersikap, berikanlah manfaat kepada orang lain. Setiap hari. Apapun bentuknya. Termasuk, ya dengan “menulis”. Apapun bentuk tulisannya dan cara/gaya menyampaikannya.Maksud saya, bisa dengan gaya sederhana maupun dengan cara “canggih”, pake bahasa baku/ilmiah, dengan angka, dengan analisa dan lain-lain.
    Tapi, sekali lagi, yang penting tulisan itu memberikan manfaat buat orang lain.
    Bapak beruntung sudah memulai dan menjalankan itu. Sedangkan saya ? baru mulai bisa mengomentari. He..he…
    Terus semangat, pak. Sebarkan manfaat yang ada pada diri bapak untuk orang lain.
    Wass/


Leave a response

Your response:

Categories