TV Jerman vs TV Indonesia

Jangan ditanya bedanya, karena memang sudah pasti beda. Lha disana pakai bahasa jerman, di sini pakai bahasa Indonesia. Lalu apa yang mau dibahas disini? Conten-nya, bro.. Cieeee.. Sepanjang 29 bulan hidup di negara sana, nonton TV berarti tambah pinter. Kok bisa? Iya, karena program TV disana memang lebih banyak unsur edukasi-nya untuk segala tingkatan umur, meski hiburannya juga banyak. Paling senang nonton Galileo di Prosieben yang presenternya Oom Aiman Abdallah (sepintas orangnya mirip George Clooney). Banyak hal baru yang bisa kita dapat. Topiknya sederhana tapi dekat dengan keseharian kita. Kepenginnya TV kita bisa seperti ini, atau minimal bebas dari sinetron😀..

3 thoughts on “TV Jerman vs TV Indonesia

  1. Huehehehe, si Abang bisa aja. Kalo Chincha Lawrah mah, wajahnya pasaran banget disana. Kalo sampe ada si CL di TV Jerman, mendingan rambut aye dijambak aja deh..

  2. Rasanya, bapak terlalu berlebihan kalo kita membandingkan kondisi pertelevisian di Indonesia, dengan Jerman. Saya, yakin disana tidak ada sinetron “Jin dan Jun”. He..he.
    Tapi kita tidak perlu khawatir. Apa yang ada saat ini. Terimalah apa adanya. Syukur-sykur kalau kita mampu memperbaikinya. Tapi, minimal, orang kecil macam saya hanya bila melakukan “tindakan penyelamatan” dirumah. TV boleh di-stel dari jam sekian sampai jam sekian. Jam sekian tidak boleh. Pakai kegiatan yang lain. Belajar pelajaran sekolah, baca koran, baca kitab suci atau apalah yang lebih bermanfaat.
    Paling sementara itu yang bisa dilakukan.
    Atau, bapak punya cara lain yang lebih baik ?
    Wass

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s