Saya yang tidak produktif

Tidak produktif. Seminggu ini kata-kata itu menemani keseharian saya. Baik dalam arti tersurat maupun tersirat. Setidaknya memang tak ada yang signifikan yang saya hasilkan dalam seminggu. Mungkin bukan hanya seminggu ini. Dalam rentang 12 tahun, saya memang tidak menghasilkan apa-apa. Tidak lebih baik dari pendahulu-pendahulu saya yang telah menghasilkan karya yang luar biasa.

Mungkin memang saatnya saya meninjau ke dalam. Untuk menimbang-nimbang hal yang telah saya lakukan selama ini. Mengukur kembali, seberapa banyak kontribusi yang telah diberikan, seberapa banyak hak yang telah saya ambil. Bila ditimbang-timbang, hasilnya defisit. Kontribusi tak sesuai dengan hak yang telah saya ambil. Jadi wajar bila ada stempel non-produktif dan non-efisien yang dilekatkan ke diri saya.

Saya menerima stempel yang diberikan. Setidaknya ada yang memperhatikan dan memberikan penilaian atas diri saya. Selama ini, saya berjalan dalam koridor tanpa tanda. Merasa sudah banyak memberi, meski kenyataannya tidak. Mungkin waktu yang pernah saya luangkan untuk bekerja maksimum, belum cukup bernilai. Mungkin sistem yang pernah saya bangun bersama teman lainnya, belum bisa menjadi ukuran yang tepat. Dan mungkin produk yang telah saya hasilkan, masih terlalu abstrak untuk dilihat.

Dan saatnya saya untuk merenungi kembali. Tataran produktif mana yang harus saya capai.
Merenungi kembali, tepatkah saya pada lingkungan ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s