Galau Tak Berujung

Negeri ini selalu saja ramai. Bukan karena prestasi, tetapi lebih karena sensasi. Video xxx artis, yang seharusnya menjadi hal yang sangat biasa, malah menjadi masalah nasional. Semua orang berbicara, semua orang berpendapat. Seorang pakar dengan bangganya mengatakan bahwa dia ditunjuk menjadi tim ahli polisi untuk menentukan keaslian video. Seorang menteri ikut berpantun ria untuk menyindir pelaku. Anggota dewan menjadikan masalah ini menjadi agenda untuk rapat koordinasi. Berita nasional di TV dan infotainment ramai-ramai menjadikan topik ini sebagai pembahasan utama dan disiarkan secara langsung. Beugh!!

Sepertinya kita selalu begitu. Ada masalah, ramai sekejap, dan hilang dalam sebulan. Semua memancing keuntungan dengan adanya berita. Apalagi berita negatif dengan artis terkenal sebagai pemeran utamanya. Bad news is a good news. Orang-orang menjadi terbiasa untuk mengetahui atmosfer negatif yang dipertontonkan oleh bintang pujaan. Atmoster negatif selanjutnya membenam dalam pikirannya, dan menjadi pola pikir. Dan itiulah yang menjadi santapan kita sehari-hari.

Apakah kita memang kekurangan berita yang lebih baik? Rasanya tidak. Masih banyak berita bermutu yang lebih pantas ditampilkan kepada pemirsa. Sayangnya berita yang bagus tak sebagus pemasukan iklannya. Dan akhirnya, pemirsa hanya bisa menerima apa yang disampaikan oleh media. Mau protes? Mana mungkin..

Negeri kita memang selalu dirundung galau. Galau yang tak berujung, karena masalah yang sama akan selalu muncul. Galau bukan hanya pada masyakarat bawah, tetapi juga pada kalangan atas. Bila kalangan bahwa, rasa galau lebih dikarenakan ketiadaan dan ketidakcukupan untuk menjalani hidup, pada kalangan atas galau karena ambisi pribadi untuk memperkaya diri masih belum tercapai. Dana aspirasi yang diusulkan oleh anggota dewan, lebih cocok disebut dana respirasi, karena dewan meminta dana untuk ber-respirasi di hadapan konstituennya.

Entah sampai kapan galau ini akan berakhir…

One thought on “Galau Tak Berujung

  1. Hallo Edi,

    senang membaca tulisann-mu, Hmm.. dinegara kita, kayanya susah berubahnya.Karena perubahan suatu negara,tergantung pemimpinnya atau perilaku seseorang tergantung yang orang bersangkutan. Undang-undang negara tidak dilaksanakan dan tdk ada keinginan perubahan pada diri sendiri, keadaan nya akan terus begitu. Menghawatirkan, bagaimana keterusan generasi muda Indonesia? Kita mimpi saja Galau itu berlalu ….,tapi sembari mimpi kita berdoa rame-rame yuk!!!

    Salam,
    Mbak Tini dari Paderborn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s