Persimpangan yang menentukan

Apa yang Anda lakukan bila anda tengah berada di persimpangan jalan? Kebanyakan kita pasti akan menjawab: berpikir sejenak untuk menentukan arah mana yang akan kita ambil. Bila arah yang kita akan tuju telah kita ketahui secara akurat, maka kita dapat memutuskan dengan cepat jalan yang akan kita lalui. Penuh kepastian, tanpa keraguan.

Beda halnya bila informasi tentang arah yang kita tuju masih kurang jelas. Keraguan selalu datang menyelimuti, saat kita akan mengambil keputusan. Takut salah. Khawatir jalan rusak. Cemas kalau-kalau tidak sampai ke tempat tujuan. Sementara kita diharuskan memutuskan secara cepat, karena banyak orang yang mengantri untuk melewati jalan yang sama.

Hal yang sama tengah menggelayuti pikiran saya yang saat ini tengah berada di titik persimpangan. Persimpangan yang sangat menentukan warna hidup saya di kemudian hari. Persimpangan yang menjadi titik tolak saya untuk menghadapi usia 40an. Usia saat orang-orang mulai berbicara mengenai kemapanan. Usia saat orang lebih banyak berpikir tentang arti hidup untuk keluarga dan komunitas. Tak lagi ada banyak embel-embel pribadi di sana.

Mengumpulkan informasi adalah hal yang saya lakukan. Menggali sebanyak-banyaknya pendapat orang yang saya anggap sebagai mentor dalam hidup saya. Orang yang selalu berharap bahwa saya bisa mencapai sesuatu yang lebih baik dan lebih baik lagi, Berusaha keras untuk menemukan ” the real passion, mission, dan value” dalam hidup saya, yang akan menjadi argumentasi untuk menentukan sikap terhadap persimpangan ini.

Ternyata bukan hal yang mudah untuk bersikap. Banyak hal yang menjadi konsideran, banyak hal yang mesti dipikir lebih dari dua kali. Pilihan yang ditawarkan memang banyak memberikan kontradiksi satu sama lainnya. Pilihan yang menawarkan pergolakan antara idealisme dan realitas hidup. Pilihan yang akan membawa dampak sangat rumit bagi kami yang akan menjalaninya.

Seorang teman mengatakan, yang saya butuhkan hanya keberanian dan konsistensi. Keberanian untuk menghadapi kerumitan, dan konsistensi terhadap pilihan yang telah ditetapkan. Bila dihadapkan pada pilihan, saya pastinya akan lebih memilih keluarga ketimbang ego pribadi. Dan saya juga akan memilih alur yang sedikit rumit, namun memberikan independensi yang lebih dalam menjalani kehidupan. Kadang raga dan hati terlalu lelah untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dipikirkan.

Baru teringat sebuah postingan yang pernah saya tulis sebelumnya. Mungkin ini memang jalan yang harus saya tempuh. Berbesar hati dan bersiap menghadapi segala kemungkinan. Seperti yang dikatakan seorang teman, anda yang menentukan jalan hidup Anda sendiri. Follow your heart, think logically, and you will find the answer.

One thought on “Persimpangan yang menentukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s