Selamat jalan, Pak Purboyo…

Berita duka datang via sms Pak Razak siang ini, menginformasikan bahwa Pak Purboyo, telah berpulang. Saya tersentak kaget. Masih belum percaya. Bapak, guru, sahabat, dan mentor saya, telah kembali ke pangkuan-Nya.

Saya mengenal Pak Purboyo sejak 1998, saat saya pertama kali masuk kerja di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan. Waktu itu beliau masih menjabat sebagai Kepala Urusan Penelitian. Sosok yang ceria, penuh canda, akomodatif, pemberi semangat, meski kadang tidak sabaran. Ketidaksabarannya lebih dikarenakan keinginan untuk mewujudkan sesuatu yang baik, dan cepat. Saya masih teringat, sewaktu saya menanyakan SK pengangkatan saya sebagai peneliti ke beliau di awal tahun 2000. Bukan jawaban yang saya terima, tapi puluhan pertanyaan yang beliau berikan. Beneran kamu mau jadi peneliti, Dy? Ngga nyesel? Meski sudah saya jawab iya berulang kali, tetap saja beliau menanyakan. Mungkin juga menjadi sugesti untuk saya dalam menentukan pilihan hidup sebagai peneliti.

Kami bekerja sama lebih intensif saat menyusun sistem manajemen mutu untuk produksi bahan tanaman kelapa sawit. Bersama Yurna dan rekan-rekan lainnya, kami berjuang untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000 untuk produksi kecambah di tahun 2001-2002. Kami menyusun struktur organisasi, manual mutu, standar operasional prosedur, instruksi kerja, dan berbagai form isian secara mandiri, tanpa didampingi oleh konsultan, meski pengetahuan kami tentang ISO 9001 saat itu masih sangat terbatas. Istilahnya modal nekat. Prinsip pak Purboyo : kami yang menjalankan sistem produksi, maka kami-lah yang harus menyusun sendiri semuanya, bukan orang lain. Tulis apa yang dikerjakan, dan kerjakan apa yang ditulis. Meski kami merengek untuk minta didampingi konsultan, beliau tetap ‘keukeuh’ dan percaya bahwa kami bisa melakukan semuanya sendiri.

Bulan Februari 2002, pre-audit oleh sebuah lembaga sertifikasi terhadap dokumen yang kami susun berbulan-bulan. Hasil lima ketidaksesuaian mayor, dan sepuluh ketidaksesuaian minor. Kami bilang ke Pak Pur untuk berniat mundur dari tim ISO. Tapi apa kata Pak Pur? Hasil pre-audit kemarin biasa, dan sudah bagus. Tinggal diperbaiki, dan minta lembaga itu untuk ‘audit betulan’. Dan kami pun diajak makan-makan di restoran Nelayan, untuk ‘diberi motivasi’. Jreng-jreng-jreng..

Di saat yang sama teman-teman kantor sedang berpacu dengan persiapan IOPC 2002, sementara kami dari Tim ISO juga berpacu untuk mengejar sertifikasi. Bulan Mei 2002, kami diaudit betulan. Hasilnya, kami layak mendapat sertifikat ISO 9001:2000. Senyum puas dari Pak Pur atas kerja keras semua Tim. Kerja yang panjang, ‘mondok di kantor’, telepon di tengah malam, dan ratusan lembar dokumen telah memberikan hasil yang baik. Sungguh suatu tempaan yang bermanfaat bagi kami yang muda-muda. Dan kami pun makan-makan lagi. Seperti biasa, di restoran Nelayan, tempat favorit beliau. Menu kesukaannya adalah Dimsum, dan berbagai Chinese food lainnya.

Bersama Pak Pur, kami pernah diajak berkeliling di lembaga riset kelapa sawit di Malaysia pada tahun 2004. Pengalaman pertama ke luar negeri, sekaligus mengenal orang-orang penting kelapa sawit. Bagi saya, Yurna, dan Firman, kunjungan itu merupakan sesuatu yang sangat berharga.

Kontak saya terakhir dengan beliau di bulan Februari 2011 via telepon. Beliau menelepon saya langsung dari Indonesia, untuk menanyakan kabar tentang tugas belajar saya di Göttingen. Senang rasanya bisa berbincang-bincang dengan beliau, sambil mendengarkan motivasinya. Beliau gembira mendengar saya melanjutkan studi lagi disini. Meski telah berpindah kantor, tapi kami masih sering menyapa dan bertukar kabar.

Saya mendengar kesehatan beliau menurun bulan lalu. Saya pikir hanya sakit biasa, karena sifat ‘workaholic’ beliau yang tidak pernah surut. Namun sepertinya Allah sangat sayang kepada beliau, dan memanggil beliau untuk kembali ke asalnya. Belum sempat saya mengucapkan terima kasih atas tempaan yang beliau berikan selama kami bekerja sama. Beliau telah menjadi bapak, guru, teman dan sahabat saya dalam memulai kehidupan bekerja. Semoga Allah menempatkan beliau di tempat terbaik…

Selamat jalan, Pak Purboyo. Terima kasih atas yang terbaik yang telah Bapak berikan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s