Berita tidak penting : menjadi kurus…

Belum lagi puas menikmati  saat-saat menjadi sosok gendut nan lucu selama 4 tahun, saya sudah harus kembali lagi ke kondisi semula, kurus dan nampak serius. Saat ini body mass index  (BMI) saya turun menjadi 21,87 dari angka sebelumnya 25,39. Meski masih masuk ke dalam kategori normal dan sehat,  tetapi kehilangan 9 kg berat badan cukup membuat hati ini sedih.  Baru satu tahun saja sudah turun 9 kg, bagaimana dengan dua tahun berikutnya? *pertanyaan kurang penting no.1*

Menjadi kurus ada enaknya,  tetapi banyak juga tidak enaknya. Enaknya, saya tidak perlu menahan napas saat memakai sepatu bertali. Lebih bebas bergerak dan terasa ringan. Tidak enaknya adalah celana dan baju yang saya bawa dari Indonesia terasa sangat longgar, dan terlampau besar. Kondisi sekarang mengharuskan saya memakai pakaian satu nomor di bawahnya. Kalaupun mau memakainya, mesti dirangkap dengan pakaian dalam lainnya. Saat musim dingin seperti sekarang sih, ok-ok saja, karena memang harus mengenakan pakaian berangkap-rangkap. Bagaimana dengan musim panas nanti? *pertanyaan yang (sangat) tidak penting no.2*

Kok sekarang kurus? Pertanyaan inilah yang sering saya peroleh dimana-mana. Mungkin para teman dan sahabat membandingkan saat pertama saya tiba di Jerman, dan setelah satu tahun tinggal disini. Biasanya saya menjawab dengan senyum, sambil berkelakar “maklum student”, meski dalam hati juga bertanya-tanya ‘kok bisa kurus?’ Semestinya saya bisa untuk tetap menjaga BMI di kisaran angka 25, karena bahan makanan yang tersedia di sini kalorinya sangat tinggi. Tapi ada beberapa hal yang memang menjadikan saya menjadi lebih ramping saat ini (tidak tahu nanti).

Faktor pertama adalah aktivitas bersepeda.  Tidak disangkal, bersepeda merupakan kegiatan utama saat tugas belajar di sini. Ke kampus, ke shopping mall, ke stasiun, semuanya dengan bersepeda. Menurut mbah Google, mengayuh sepeda dengan kecepatan 10 km/jam bisa membakar kalori sebesar 165 kkal per jam-nya.  Saya telah bersepeda aktif setiap hari selama satu tahun terakhir. Dari kegiatan bersepeda saja sudah cukup untuk membakar stok lemak kebanggaan saya yang diproduksi selama periode 2007 – 2010. Dan saya baru sadar, stok lemak saya sudah tidak ada lagi. *kesadaran yang terlambat*

Faktor kedua adalah cuaca. Situasi dan cuaca dingin membuat tubuh kita bereaksi untuk menghangatkan diri. Nah untuk menjadi hangat, stok lemak di tubuh saya  juga yang dibakar. Bersepeda di musim dingin? Stok lemak saya benar-benar habis terkuras. Jadi wajar dong, kalau saya menjadi kurus. *pembelaan yang tidak penting*

Pembelaan saya mungkin bisa dipatahkan dengan kenyataan bahwa banyak orang Jerman yang tetap gemuk meski mereka bersepeda tiap hari dan mengalami musim dingin sepanjang hidupnya. Tapi saya bilang, mereka kan mengkonsumsi alkohol . Menurut Mbah Google (lagi), orang-orang disini rata-rata mengkonsumsi 12.81 liter/tahun pure alcohol dalam bentuk bir, anggur, vodka dll.  Khusus untuk bir, mereka mengkonsumsi 110 liter setiap tahunnya.  Dan semua orang tahu, kalau kita terbiasa minum bir, maka berat badan akan mudah bertambah. Haruskah saya minum bir untuk bertambah gemuk? *pertanyaan tidak penting no.3*

Tetapi sebab paling mendasar kenapa saya kurus adalah faktor makanan. Ya, betul sekali. Makanan. Dulu, sewaktu saya baru kembali ke Indonesia usai menunaikan tugas belajar yang pertama, saya langsung tergagap-gagap menyantap hidangan di Indonesia. Setiap kali makan, takaran menunya minimal dua porsi. Untuk sate padang, soto medan, dan soto ceker, saya bisa menyantap hingga tiga porsi. Bukan greedy, tapi lebih ke euphoria. Lama tidak berjumpa jajanan Indonesia, sekali jumpa langsung ambil banyak.  Apalagi saat saya menjalani perjalanan dinas dari kantor. Jadwal makan yang pasti 3 kali (sarapan di hotel, makan siang dan makan malam bersama client), sudah barang tentu berdampak kepada bertambahnya  tumpukan lemak.  Saat itulah bobot saya bertambah drastis 14 kg selama dua tahun. Hebat, kan? *pujian yang tidak penting*

Bagaimana dengan makanan di sini? Meski tinggal di negara londo, saya dan keluarga tetap masak dan makan makanan Indonesia.  Meski masakan sama, tetap saja ada feeling yang berbeda. Ada sih panganan ala Jerman sini. Tapi kelezatannya belum bisa menandingi kelezatan santapan Indonesia yang asli. Pernah mencoba untuk mengkonsumsi roti dan keju beberapa hari tanpa bertemu nasi. Hasilnya? Perut murus-murus.  Beruntungnya sekarang ada istri yang selalu memasak makanan Indonesia.  Jadi saya tidak terlampau kurus. 

Kesimpulannya, saya menjadi kurus karena saya student, beraktivitas sepeda, tinggal di cuaca dingin, dan selera makan yang berkurang. Dan bila ada yang berkeinginan untuk kurus, bisa memilih salah satu dari faktor penyebab tersebut. Tetapi perlu dicatat, saya tidak menjamin Anda untuk bisa menjadi langsing dalam sekejap.

4 thoughts on “Berita tidak penting : menjadi kurus…

  1. Wow….!! Good job edyh.. =) gw udah 7 thn lebih berusaha utk bisa turun berat badan 10 kilo gaak pernah berhasil…paling sukses turun 6 kilo abis itu naik lagi..*yoyo effect..
    Naek sepeda di jerman sih enak..semua serba teratur, udara bersih….kalo di jakarta?? waah siap2 beli masker oksigen krn hrs bersaing dengan ratusan motor2 dijalan plus minum susu murni tiap hari buat ilangin polusi udara yg sdh dihirup tiap harinya…*yg ada jd imbang kali yaa…hehehe..
    Anyway…seneng baca story elo di jerman…moga2 sehat selalu n lancar kuliahnya sampai selesai…salam buat nyonya disana yaaa…bye Edyh..

    • hehehe, sorry banget ya Om Pandu.. Kalau telah mengambil waktu 3 menitmu untuk membaca hal yang tidak penting. Salam sukses, dan jaga kesehatan untuk perjalanan dinasmu yang luar biasa sering🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s