Being inert

Ada masa. Dimana diam menjadi pilihan. Untuk sekedar merampungkan beban.

Ada masa. Dimana pertanyaan tak memerlukan jawaban. Cukup dengan memahami.

Ada masa. Dimana interaksi sosial tak lagi membahagiakan. Sendiri terpekur.

Ada masa. Dimana beban tak lagi sebesar karang. Tapi menjelma menjadi lautan.

Ada masa. Yang terasa tak pernah ada akhirnya.

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s